Mediumindonesia.com, Rantepao - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara (Torut) melakukan pembongkaran aset pemda dalam rangka pembangunan alun-alun kota di Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Sabtu (20/8/2022).
Pembongkaran yang dilakukan menggunakan alat berat, dan yang pertama dibongkar ialah Kantor Kelurahan Penanian, Kecamatan Rantepao yang merupakan salah satu aset daerah yang berada di lokasi pembangunan alun-alun kota yang disaksikan oleh beberapa anggota DPRD Torut dan diawasi pengamanan oleh satpol PP Torut juga aparat TNI/Polri.
Kadis Perumahan kawan permukiman lingkungan hidup dan pertanahan, Robyanta Popang saat dikonfirmasi di sela-sela pembongkaran, menyebutkan bahwa untuk membangun Alun-alun kota pihaknya memulai pembongkaran dari aset pemda lebih dulu tepatnya kantor kelurahan penanian, setelah itu aset-aset lainnya yang ada di dalam lingkungan ex pasar sore seperti kantor camat Rantepao dan gedung PKK.
“Jadi hari ini pembongkaran aset pemda, bukan penertiban, nanti kalau penertiban itu bagian satpol PP. Pokoknya semua yang terkait dengan aset pemda, nah kalau terkait masalah bangunan yang bukan aset pemda itu nanti berasa di tim penertiban,” terangnya
Ia menambahkan bahwa pihaknya melibatkan TNI/Polri karena hanya ingin mengamankan aset daerah saja, seperti bahan bongkaran atap dan balok-balok yang utuh akan ditaksir oleh suatu instansi yang kemudian akan dilelang nantinya.
Ditambahkan Achmad Fadly Akbari selaku Kepala Kelurahan Penanian Kecamatan Rantepao bahwa dengan dibongkarnya kantor kelurahan hari ini, administrasi akan tetap berjalan, walaupun kantor berpindah untuk sementara.
“Ia tetap, administrasi dan pelayanan kepada masyarakat Toraja Utara, khususnya kelurahan Penanian dapat berkunjung di kantor Rante Pasele, kami berkantor disana untuk sementara waktu. Kantor kita disini dibongkar tapi kita tetap bisa melayani masyarakat,” tambahnya.
Sementara Kepala Satpol PP Toraja Utara, Rianto Yusuf menjelaskan bahwa keseluruhan lapak-lapak yang ada di sini (Area Pasar Sore Rantepao) yang kurang lebih sebanyak 90 lapak akan ditertibkan ke depan demi pelaksanaan pembangunan alun-alun maupun perpustakaan.
“Sudah ada jadwalnya untuk penertiban, kita tinggal menunggu perintah dari pimpinan, kenapa karena semua prosedur yang harus dilalui dalam penertiban Satpol PP sudah selesai jadi hari ini kita disuruh umpamanya besok diperintahkan untuk turun, ya besok kita turun artinya yang penting semua persiapan untuk pelaksanaan penertiban ini sudah jelas sosialisasinya sama sudah,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tetap melakukan sosialisasi sebelum bulan pelaksanaan penertiban dengan harapan agar masyarakat bisa mendapatkan tempat yang sudah di siapkan baik itu di pasar pagi maupun di pasar bolu ataupun ada tempat lain yang dicari oleh masyarakat sendiri seperti.
Penulis : Febri










































































































Discussion about this post