Mediumindonesia.com, Jeneponto -Dua orang remaja di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, diamankan pihak kepolisian.
Keduanya adalah MT dan AS masing-masing warga Ci’nong, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto.
Remaja ini ditangkap usai menganiaya pasangan suami-istri (Pasutri) bersama anaknya hingga videonya sempat viral di media sosial.
Kendaraan pasutri ini pun tak luput dari amukan massa. Saat ini, polisi masih terus memburu pelaku lainnya.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto Iptu Nasaruddin menjelaskan insiden ini bermula saat korban mengendarai mobil dari arah Kabupaten Bulukumba menuju Kabupaten Gowa.
Di lokasi kejadian tepatnya di kampung Nasara, Kecamatan Bangkala, mobil korban beriringan dengan rombongan pemain sepak bola yang tak lain adalah terduga pelaku.
“Pemain sepak bola (pelaku, red) yang mengendarai motor dan saat itu rombongan pelaku yang berada di depan tidak memberikan jalan sehingga korban membunyikan klakson mobilnya berkali-kali,” kata Iptu Nasaruddin kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).
Tak mau minggir usai diklaksoni, korban kemudian menyalip rombongan pelaku, namun pelaku justru tersinggung hingga mengejar mobil korban.
“Pada saat mobil korban sudah berada di kampung Nasara, salah satu dari rombongan pelaku menyalip mobil yang dikendarai korban dan memalang depan mobil korban sehingga saat itu korban memberhentikan laju mobilnya dan keluar dari mobilnya,” jelasnya.
Disitu kata dia, pelaku secara bersamaan langsung menganiaya korban hingga babak belur.
“Tetapi saat itu para pelaku secara bersama-sama langsung menganiaya korban sehingga mengakibatkan korban mengalami luka memar pada pelipis kiri dan pendarahan pada telinga kiri,” ungkapnya.
Belum merasa puas, pelaku juga merusak mobil korban menggunakan balok kayu dan papan sehingga mengakibatkan kaca belakang mobil pecah.
“Setelah itu banyak warga yang melerai selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut di Polsek Bangkala,” terangnya.
Nasaruddin mengaku bahwa istri dan anak korban tidak dianiaya oleh pelaku. Kasus ini masih diselidiki pihak kepolisian.
“Korban aniaya hanya Wandy Wijaya sedangkan isteri dan anaknya tidak ada yang menganiaya hanya terjatuh saat menghalangi para pelaku saat menganiaya suaminya,” pungkasnya.
Penulis: Akbar/ B

































































































Discussion about this post