Oleh: Dr. Muhammad Akil Musi (Dosen UNM / Muballig)
Santer kabar di ruang-ruang maya
Ada seorang komisaris polisi tertangkap
Di sebuah dunia nyata
Gara-gara pesta narkoba bersama anak buahnya
Beritanya kini menyebar kemana-mana
Dengan sepotong roti pawa dan panada,
Kisahnya menjadi “santapan” sarapan pagiku
Membaca dengan seksama tentang kabarnya
Tak ada yang tak mungkin untuk sebuah dosa
“Terlalu mahal untuk kubayar…”
Begitulah kata Meggy Z dalam lirik lagunya
—————-
Dosa…meski mahal tapi tak sedikit orang yang membayarnya
Mereka yang pakai narkoba,
itu bisa ratusan juta
Mereka yang ke diskotik untuk dugem
Itu jelas tak murah
Mereka yang berjudi
Itu harus pakai uang banyak
Mereka yang hobby nonton bioskop
Bergelapan dengan bukan muhrim
Harga pop cornya saja puluhan ribu
Tapi semua bisa terselesaikan
Bahkan
Dengan dosa kadang ia tersenyum
Dengan dosa ada pula yang berbangga
Dengan dosa ada yang tertawa
Padahal ia telah membeli mahal
Untuk sekali celengan ke kotak masjid
Itu tentu sangat murah
Memberi makan satu nasi dos
Tentu apalah artinya bagi yang berduit
Bersedekah bahkan dengan senyum
Itu hanya butuh goyangan mulut
Tapi terkadang semuanya begitu susah
Dan terasa sangat mahal
Terlalu mahal harus kubayar
Terhadap keindahan dunia ini
Padahal semuanya menipu
Tidaklah dunia melainkan kenisbian
Tidaklah akhirat melainkan keabadian
Betapa murahnya keabadian
Tapi kita lebih memilih mahalnya kenisbian
——————-
Begitulah secuplik dosa yang terbeli.
Bukan hanya masa depan yang hancur
Sebab ia kehilangan jabatan
Sirnalah kehormatan
Runtuhlah kewibawaan
Anak akan kehilangan kasih sayang
Bahkan bisa jadi
Akhirat pun akan hampa


